
Wait! Don’t Go Yet! 👋
We see you eyeing those adorable outfits! 😍 Before you leave, here’s 10% OFF your first order!
Hurry, your little one’s next favorite outfit is waiting! 🛍️✨

We see you eyeing those adorable outfits! 😍 Before you leave, here’s 10% OFF your first order!
Hurry, your little one’s next favorite outfit is waiting! 🛍️✨
Kalau kalian lagi cari Kursi Lipat Jati buat cafe outdoor, teras rumah, atau acara keluarga, pasti pernah galau di satu titik. Mau pilih kayu jati yang kelihatan mahal dan estetik, atau plastik yang ringan dan murah? Sekilas plastik keliatan praktis. Tapi setelah 6 bulan, mulai pudar, retak, atau goyang. Sementara kursi jati kelihatan lebih berat dan mahal di awal, tapi katanya bisa tahan bertahun-tahun.
Nah di artikel ini gue bakal bahas jujur, detail, dan realistis. Biar kalian gak salah beli, apalagi kalau buat kebutuhan usaha cafe, restoran, atau taman outdoor di Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Bali, Surabaya, Semarang, sampai kota dingin kayak Ungaran, Wonosobo, dan Temanggung.
Karena beda cuaca, beda kebutuhan, beda juga pilihan terbaiknya.
Outdoor furniture itu musuhnya banyak. Bukan cuma dipakai orang, tapi juga:
Kalau salah pilih material, kursi cepat rusak. Ujungnya beli lagi. Keluar uang lagi. Jadi bukan soal harga awal. Tapi soal berapa lama kursi itu bertahan. Di sinilah perbandingan Kursi Lipat Jati vs Kursi Lipat plastik jadi relevan.
Kayu jati terkenal banget di Indonesia, apalagi Jepara. Dari dulu dipakai buat mebel outdoor, kapal, sampai kusen rumah. Kenapa?
Karena jati punya:
Kalau dirawat normal, bisa tahan 10 sampai 20 tahun. Bahkan makin lama warnanya makin cakep.
Plastik unggul di ringan dan murah, Tapi masalahnya:
Rata-rata 1 sampai 3 tahun udah kelihatan tua. Kesimpulan singkat:
Kalau kalian punya cafe atau resto, tampilan itu penting banget. Karena orang sekarang datang bukan cuma buat makan, tapi juga foto.
Banyak cafe di Bali, Semarang, sampai Jakarta Selatan pakai kursi kayu jati biar ambience-nya naik kelas.
Kalau buat hajatan atau event cepat sih oke. Tapi buat bisnis jangka panjang, kurang mendukung image.
Ini sering diremehkan, Padahal di cafe, tamu bisa macam-macam bobotnya.
Biasanya kuat:
Strukturnya solid. Jarang amblas.
Kadang cuma:
Kalau dipakai kasar, kaki bisa patah. Dan kalau patah, ya udah. Gak bisa diperbaiki.
Perawatan simpel:
Malah makin lama makin karakter.
Secara teori minim perawatan, Tapi masalahnya kalau rusak ya langsung buang. Jadi sebenarnya bukan minim, tapi disposable.
Ini yang paling sering ditanya.
Murah di awal.
Lebih mahal, tapi hitung umur pakainya.
Misal:
Plastik 2 tahun x beli 5 kali = lebih mahal dari jati 10 tahun.
Jadi sebenarnya jati lebih hemat jangka panjang.
Kursi lipat jati solid, kuat, dan ringkas untuk cafe, outdoor, dan kebutuhan ekspor. Mudah dilipat, hemat ruang, tetap nyaman dengan sandaran ergonomis. Handmade Jepara oleh Customin.co dengan finishing Natural Teak Shield yang awet dan elegan.
Stok 1000
Gue pernah ngobrol sama owner cafe kecil di Bogor. Awalnya pakai 30 kursi plastik karena hemat budget. Dalam 2 tahun:
Akhirnya ganti ke Kursi Lipat Jati produksi Jepara, Sekarang udah 4 tahun masih aman.
Secara tampilan juga:
Jadi kursi ternyata ngaruh ke branding juga.
Kalau ngomong Kursi Jati, susah lepas dari Jepara. Daerah ini udah puluhan tahun jadi pusat mebel Indonesia.
Keunggulannya:
Beberapa workshop lokal seperti Customin juga fokus bikin furniture lipat yang kuat tapi tetap estetik. Bukan sekadar produksi massal, tapi mikirin durability dan kenyamanan.
Biar simpel, gue rangkum.
Bisa tambahin link internal seperti:
Menurut gue pribadi, kalau cuma buat acara sekali dua kali, plastik gak masalah.
Tapi kalau buat usaha atau pemakaian jangka panjang, Kursi Lipat Jati jelas lebih worth it.
Lebih kuat, lebih awet, lebih enak dilihat, dan secara branding jauh naik kelas.
Kalau kalian lagi cari referensi kursi jati produksi lokal Jepara yang rapi dan fungsional, boleh cek koleksi dari Customin. Siapa tau nemu model yang cocok sama konsep tempat kalian.
Yang penting beli sekali, pakai lama, gak pusing ganti-ganti.
Bisa 10 sampai 20 tahun dengan perawatan normal.
Jati jauh lebih kuat dan tahan beban berat.
Sangat cocok karena awet, estetik, dan menaikkan image cafe.
Lebih mahal di awal, tapi lebih hemat jangka panjang.
Banyak produsen dari Jepara yang terkenal kualitas kayunya bagus.